Jl. RP. Soeroso No. 25 9, Jakarta Pusat [email protected]

Apa itu Call for Paper?

Bagi dosen, mahasiswa S2/S3, dan peneliti, memahami mekanisme publikasi ilmiah merupakan langkah penting dalam pengembangan karier akademik. Oleh karena itu, mengenali proses Call for Paper (CFP) menjadi hal yang sangat membantu. CFP adalah undangan resmi dari penyelenggara jurnal, seminar, atau konferensi agar para peneliti mengirimkan karya ilmiah sesuai tema kegiatan. Dengan memahami cara kerjanya, Anda dapat menyiapkan naskah secara lebih efektif.

Pengertian Call for Paper

Call for Paper merupakan pengumuman yang berisi tema, aturan penulisan, batas waktu, dan alur seleksi naskah. Penyelenggara menggunakan CFP untuk menghimpun penelitian yang relevan dan kemudian memilih artikel terbaik untuk dipresentasikan atau diterbitkan. Dengan demikian, CFP berperan sebagai pintu masuk menuju forum akademik tertentu.

Tujuan Call for Paper dalam Dunia Akademik

CFP memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, penyelenggara ingin mengumpulkan penelitian terbaru yang sesuai dengan cakupan tema. Selain itu, mereka menyeleksi artikel berdasarkan standar akademik yang berlaku. Melalui proses ini, para peneliti dapat membagikan hasil riset serta berpartisipasi dalam diskusi ilmiah yang lebih luas. Akhirnya, CFP juga mendorong terciptanya kolaborasi riset antarpeneliti.

Manfaat Mengikuti CFP

Mengirimkan artikel ke CFP memberikan berbagai keuntungan, terutama bagi akademisi dan peneliti.

  • Meningkatkan rekam jejak publikasi.

  • Memperluas jaringan akademik, baik nasional maupun internasional.

  • Mendapatkan masukan dari reviewer sehingga kualitas penelitian meningkat.

  • Mendapatkan peluang publikasi pada prosiding atau jurnal terindeks.

  • Mengasah keterampilan presentasi ilmiah, khususnya pada konferensi.

Karena manfaatnya besar, banyak perguruan tinggi mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif mengikuti CFP.

Jenis-Jenis CFP

Agar prosesnya lebih mudah dipahami, berikut jenis CFP yang umum ditemui.

  1. CFP Jurnal
    Jurnal membuka CFP ketika merilis edisi khusus atau menerima artikel untuk edisi reguler. Biasanya, tema yang ditawarkan lebih terfokus.

  2. CFP Seminar atau Konferensi
    Jenis ini paling umum dan memungkinkan para peneliti mengirimkan abstrak atau naskah lengkap untuk dipresentasikan pada acara ilmiah.

  3. CFP Internasional
    CFP internasional memberikan peluang publikasi di forum luar negeri. Meskipun seleksinya lebih ketat, reputasinya lebih tinggi sehingga sangat bermanfaat.

Komponen Penting dalam CFP

Ketika membaca CFP, beberapa bagian berikut perlu Anda perhatikan:

  • Tema dan cakupan penelitian.

  • Template penulisan.

  • Tenggat pengiriman.

  • Jenis proses review.

  • Biaya pendaftaran atau publikasi.

  • Indeksasi prosiding atau jurnal tujuan.

Dengan memahami komponen tersebut, Anda dapat menyiapkan naskah secara lebih terarah.

Cara Mengikuti Call for Paper

Agar proses submit lebih lancar, langkah berikut bisa Anda ikuti.

  1. Pelajari Ketentuan dengan Cermat
    Baca instruksi tentang format, panjang artikel, dan cakupan tema. Dengan memahami instruksi sejak awal, Anda dapat menghindari kesalahan teknis.

  2. Pilih Topik yang Relevan
    Sesuaikan penelitian dengan tema CFP karena relevansi sangat menentukan peluang diterima.

  3. Susun Artikel Secara Sistematis
    Gunakan struktur ilmiah seperti IMRAD dan sertakan referensi terbaru untuk memperkuat argumen.

  4. Periksa Originalitas
    Gunakan alat pengecekan plagiarisme agar naskah tetap orisinal dan sesuai etika akademik.

  5. Ikuti Alur Submit dengan Benar
    Unggah berkas melalui sistem yang disediakan, seperti OJS atau platform konferensi. Pastikan seluruh file sesuai instruksi.

  6. Lakukan Revisi Jika Diperlukan
    Jika reviewer memberikan komentar, perbaiki artikel secara jelas dan terukur agar naskah dapat melanjutkan proses seleksi.

Tips Agar Artikel Lolos Seleksi

Beberapa tips berikut dapat meningkatkan peluang diterima.

  • Gunakan judul yang jelas dan fokus.

  • Tulis abstrak yang menunjukkan kebaruan penelitian.

  • Jelaskan metode secara ringkas, tetapi tetap kuat secara ilmiah.

  • Sertakan referensi berkualitas dari jurnal bereputasi.

  • Gunakan bahasa formal yang tetap mudah dipahami.

Karena proses seleksi cukup ketat, tips ini membantu artikel tampil lebih stabil dan meyakinkan.

Contoh Isi CFP

Sebagai gambaran, CFP biasanya menampilkan informasi seperti:
Tema: Transformasi Digital dalam Pendidikan
Subtema: Teknologi Pembelajaran, Inovasi Digital, Manajemen Riset
Format: Abstrak maksimal 250 kata
Tenggat: 10 Februari 2025
Template: Format prosiding
Indeksasi: SINTA, Scopus, atau Google Scholar
Sistem Submit: Platform resmi konferensi

Contoh ini memudahkan Anda memahami struktur standar CFP.

Kapan CFP Dibuka?

Konferensi biasanya membuka CFP sekitar tiga hingga enam bulan sebelum acara berlangsung. Sementara itu, jurnal dapat membuka CFP kapan saja, terutama ketika merilis edisi khusus. Oleh karena itu, Anda perlu rutin memantau situs konferensi, jurnal, dan platform publikasi ilmiah.

Jika Anda ingin publikasi, Anda dapat mengunjungi IDSCIPUB sekarang juga!

Kesimpulan

Call for Paper merupakan proses penting dalam publikasi ilmiah karena memberikan kesempatan bagi peneliti untuk membagikan hasil riset dan memperluas jaringan akademik. Dengan memahami struktur pengumuman, menulis artikel secara tepat, dan mengikuti alur submit dengan disiplin, Anda dapat meningkatkan peluang naskah diterima pada konferensi atau jurnal bereputasi. Selain itu, pengalaman mengikuti CFP juga membantu meningkatkan kualitas penelitian.

Tinggalkan Balasan