Banyak peneliti, dosen, dan mahasiswa sering melihat istilah DOI jurnal, namun tidak semua memahami fungsinya. DOI muncul di hampir setiap artikel ilmiah, tetapi sebagian orang hanya menganggapnya sebagai kode biasa. Padahal, penanda digital ini memegang peran penting dalam menjaga aksesibilitas dan identitas permanen sebuah artikel. Oleh karena itu, memahami DOI menjadi hal wajib sebelum seseorang mengirimkan karya ke jurnal ilmiah. Artikel ini membahas makna kode identifikasi ini, manfaatnya, dan alasan mengapa DOI meningkatkan kredibilitas publikasi.
Apa Itu DOI Jurnal?
DOI (Digital Object Identifier) merupakan kode digital permanen yang mengidentifikasi artikel ilmiah secara unik. Kode ini tetap aktif meskipun lokasi file berubah. Dengan begitu, pembaca dapat menemukan artikel kapan saja tanpa terjebak pada link yang rusak.
Format DOI biasanya seperti ini:
10.1234/abcd.efgh5678
Selain itu, nomor DOI mengikuti standar yang ditetapkan oleh lembaga resmi sehingga setiap artikel memiliki identitas yang jelas dan konsisten.
Untuk melihat cara kerja DOI, Anda dapat mengunjungi:
https://www.doi.org/
Mengapa DOI Penting dalam Publikasi Ilmiah?
1. Memberikan Identitas Permanen
Kode unik ini menciptakan identitas permanen bagi artikel. Jika jurnal memindahkan server atau mengganti platform, pengenal digital tersebut tetap mengarahkan pembaca ke halaman yang benar.
2. Memudahkan Sitasi
Sebagian besar gaya sitasi internasional seperti APA, MLA, Chicago, dan Harvard menganjurkan penggunaan DOI. Dengan begitu, sitasi menjadi akurat dan mudah dilacak.
3. Meningkatkan Kredibilitas Artikel
Jurnal bereputasi selalu menyediakan nomor DOI pada setiap artikel. Oleh karena itu, artikel dengan penanda digital ini dianggap lebih terpercaya dan profesional.
4. Mengoptimalkan Pencarian Ilmiah
Google Scholar, Scopus, dan Web of Science menggunakan DOI untuk menemukan dan menautkan artikel. Selain itu, DOI mempermudah peneliti menelusuri artikel serupa.
5. Membantu Sistem Indexing
Ketika artikel memiliki kode identifikasi resmi, platform pengindeks dapat melakukan crosslinking secara otomatis. Selanjutnya, artikel lebih mudah muncul dalam database ilmiah.
Cara Kerja DOI pada Jurnal Ilmiah
Sistem DOI menyimpan metadata lengkap seperti:
- Judul artikel
- Nama penulis
- Tahun publikasi
- Nama jurnal
- Volume dan nomor terbitan
- URL permanen
Ketika seseorang memasukkan kode identifikasi ini ke DOI.org, sistem langsung menampilkan halaman artikel tersebut. Proses ini memastikan dokumen tetap dapat diakses secara konsisten.
Mengapa Peneliti Perlu Memastikan Artikelnya Memiliki DOI?
1. Meningkatkan Reputasi Akademik
Penulis yang memiliki artikel ber-DOI terlihat lebih profesional dalam aktivitas publikasinya. Selain itu, lembaga akademik memberikan nilai lebih pada artikel dengan identitas permanen.
2. Mempermudah Proses Kenaikan Jabatan
Banyak institusi mengharuskan artikel memiliki DOI sebagai bukti publikasi ilmiah yang sah.
3. Mendorong Peningkatan Sitasi
Artikel ber-DOI lebih mudah dicari, sehingga peluang untuk mendapatkan sitasi meningkat secara signifikan.
4. Menjamin Akses Jangka Panjang
Ketika jurnal berpindah ke platform lain, kode identifikasi ini tetap mengarahkan pembaca ke dokumen tersebut. Dengan demikian, artikel tidak hilang dari sistem ilmiah.
Cara Jurnal Mendapatkan DOI
1. Mendaftar ke Lembaga Resmi
Publisher harus mendaftarkan jurnal ke lembaga pengelola DOI seperti Crossref.
2. Mengunggah Metadata Artikel
Setelah itu, publisher mengirim metadata artikel ke sistem DOI.
3. Menghubungkan DOI ke Artikel
Setiap artikel akan menerima nomor DOI yang muncul di halaman jurnal dan PDF.
Proses ini sepenuhnya dilakukan oleh pengelola jurnal, bukan penulis.
Apakah Semua Jurnal Wajib Memiliki DOI?
Tidak wajib, tetapi jurnal yang menyediakan DOI memiliki kualitas yang lebih baik. Selain itu, keberadaan kode identifikasi ini membantu jurnal meningkatkan kredibilitas dan memastikan artikel tetap tersedia dalam jangka panjang.
Kesalahan Umum dalam Memahami DOI Jurnal
1. Menyamakan DOI dengan URL
Sebagian penulis menganggap DOI sebagai link biasa. Padahal, DOI memiliki fungsi identifikasi permanen.
2. Tidak Memasukkan DOI dalam Referensi
Referensi menjadi tidak lengkap ketika DOI tidak dicantumkan.
3. Menggunakan DOI yang Tidak Valid
Selalu verifikasi DOI melalui situs resmi untuk memastikan keabsahannya.
Kesimpulan
DOI jurnal berfungsi sebagai identitas permanen yang membuat artikel ilmiah tetap mudah ditemukan. Selain mempermudah sitasi, DOI juga meningkatkan kredibilitas publikasi. Dengan memahami serta menggunakan DOI dengan benar, penulis dapat menjaga keberlanjutan karya ilmiah mereka di dunia akademik.
Butuh publikasi? Kunjungi IDSCIPUB sekarang dan temukan layanan terbaik untuk mendukung riset Anda.
