Jl. RP. Soeroso No. 25, Jakarta Pusat [email protected]
Panduan Revisi Jurnal Sesuai Catatan Editor
Artikel

Panduan Revisi Jurnal Sesuai Catatan Editor agar Naskah Diterima

Menerima email keputusan berupa Major Revision atau Minor Revision dari jurnal ilmiah adalah hal yang wajar dalam proses publikasi. Banyak peneliti merasa bingung saat menghadapi komentar reviewer yang panjang dan teknis.

Padahal, tahap revisi inilah yang justru menentukan apakah naskah akhirnya diterbitkan atau ditolak kembali. Dengan strategi yang tepat, proses ini bisa dilewati secara efisien.


Jenis Keputusan Revisi yang Perlu Dipahami

Sebelum memulai revisi, penting untuk memahami jenis keputusan yang diterima karena masing-masing memerlukan pendekatan yang berbeda.

Minor Revision

Keputusan ini berarti naskah sudah dinilai layak secara substansi, namun masih memerlukan beberapa perbaikan kecil. Biasanya komentar yang diberikan menyangkut kejelasan bahasa, konsistensi istilah, format penulisan, atau kelengkapan referensi. Penulis cukup merespons setiap poin secara ringkas dan mengirim ulang naskah dalam waktu yang telah ditentukan editor.

Major Revision

Keputusan ini menandakan bahwa naskah memiliki potensi untuk diterbitkan, tetapi memerlukan perbaikan yang lebih mendasar. Reviewer mungkin meminta penguatan metodologi, analisis data tambahan, perombakan kerangka argumen, atau penambahan referensi yang lebih relevan. Proses ini membutuhkan perhatian lebih karena setiap komentar harus dijawab secara mendalam dan disertai perubahan yang nyata di dalam naskah.

Reject and Resubmit

Keputusan ini berbeda dari penolakan penuh. Naskah memang ditolak pada tahap tersebut, tetapi editor membuka peluang bagi penulis untuk melakukan perbaikan besar dan mengirimkan kembali naskah sebagai submisi baru.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika revisi yang dibutuhkan sangat luas sehingga tidak bisa diselesaikan dalam satu putaran revisi biasa. Penulis perlu membaca kembali seluruh komentar dengan cermat sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan ke jurnal yang sama atau mencari jurnal lain yang lebih sesuai.

Baca Juga: Strategi Menghadapi Revisi dan Review dari Editor Jurnal


Langkah Revisi Jurnal yang Benar

Revisi jurnal yang berhasil bukan soal seberapa cepat naskah dikembalikan, melainkan seberapa tuntas setiap komentar ditangani. Berikut langkah yang perlu dilakukan secara berurutan.

1. Baca semua komentar editor dan reviewer secara menyeluruh

Luangkan satu hingga dua hari untuk membaca tanpa langsung merespons. Tandai komentar yang berulang di antara reviewer karena biasanya komentar tersebut bersifat paling krusial.

2. Kelompokkan komentar berdasarkan jenisnya

Pisahkan komentar substantif (metodologi, data), komentar presentasi (bahasa, format), dan komentar literatur (referensi). Pengelompokan ini membuat proses revisi lebih terstruktur dan respons lebih mudah disusun.

3. Susun dokumen Response to Reviewers

Buat tabel yang memuat setiap komentar reviewer, respons penulis, dan lokasi perubahan di naskah. Setiap respons sebaiknya dibuka dengan kalimat apresiasi, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan perubahan yang konkret.

4. Revisi naskah mulai dari perbaikan paling fundamental

Gunakan fitur track changes agar editor dapat melihat setiap perubahan dengan jelas. Jangan mengubah bagian yang tidak diminta karena hal tersebut justru dapat menimbulkan kecurigaan dari editor.

5. Kirim ulang naskah beserta cover letter revisi

Sertakan cover letter singkat yang menjelaskan bahwa revisi telah dilakukan sesuai seluruh komentar. Pastikan semua dokumen dikirim sebelum batas waktu yang ditetapkan editor.

Baca Juga: Artikel Ditolak Jurnal? Cara Revisi dan Resubmit Agar Diterima


Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Ada beberapa kesalahan yang kerap menghambat naskah lolos di putaran revisi. Penting untuk mengenalinya sejak awal agar proses pengiriman ulang berjalan lebih lancar.

1. Mengabaikan komentar tertentu tanpa penjelasan

Setiap komentar reviewer wajib direspons, termasuk yang tidak disetujui. Jika ada komentar yang tidak ditindaklanjuti, penulis perlu memberikan alasan akademis yang jelas agar editor memahami pertimbangannya.

2. Merespons dengan nada defensif

Reviewer yang memberikan kritik tajam bukan berarti menolak naskah secara pribadi. Respons yang terkesan tidak menerima masukan justru dapat memberi kesan negatif kepada editor dan memperkecil peluang naskah diterima.

3. Tidak melakukan proofreading ulang sebelum submit

Setelah banyak perubahan dilakukan, kesalahan ketik atau inkonsistensi baru sangat mungkin muncul. Naskah perlu dibaca ulang secara menyeluruh sebelum dikirimkan kembali kepada editor.

4. Tidak melaporkan perubahan yang dilakukan di luar permintaan reviewer

Jika ada pembaruan data, perubahan judul, atau penyesuaian lain yang tidak diminta secara eksplisit, hal tersebut harus dijelaskan di cover letter. Editor perlu mengetahui setiap perubahan agar proses evaluasi berjalan transparan.


Kesimpulan

Revisi jurnal adalah bagian alami dari proses publikasi ilmiah. Peneliti yang memahami cara merespons catatan editor secara sistematis akan lebih mudah melewati setiap putaran revisi tanpa harus mengulang dari awal. Kunci utamanya adalah membaca komentar dengan tenang, merespons setiap poin secara jelas, dan mengirim dokumen revisi yang lengkap sebelum tenggat waktu berakhir.

Kemampuan berkomunikasi secara akademis dengan editor dan reviewer merupakan keterampilan yang berkembang seiring pengalaman. Semakin sering naskah direvisi, semakin tajam pula kemampuan penulis dalam memahami standar kualitas jurnal yang dituju. Dengan demikian, setiap proses revisi sebaiknya dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam karier publikasi ilmiah.

Kunjungi IDSCIPUB dan mulai publikasi ilmiahmu sekarang.