Menulis jurnal ilmiah membutuhkan strategi yang tepat agar artikel lebih mudah diterima reviewer. Bukan hanya isi penelitian yang dinilai, tetapi juga struktur penulisan, kualitas referensi, hingga cara penulis menyampaikan argumen secara ilmiah. Oleh karena itu, memahami cara menyusun jurnal ilmiah menjadi langkah penting sebelum submit ke jurnal terindeks.
Banyak artikel sebenarnya memiliki data yang bagus, namun gagal lolos review karena penulis kurang memperhatikan format dan alur pembahasan. Selain itu, penggunaan bahasa yang terlalu rumit sering membuat reviewer kesulitan memahami inti penelitian. Dengan demikian, penulisan yang jelas, rapi, dan sistematis akan memberikan nilai tambah pada artikel ilmiah Anda.
Menguasai Struktur Jurnal Ilmiah yang Benar
Struktur jurnal ilmiah menjadi salah satu hal pertama yang diperhatikan reviewer. Maka dari itu, penulis harus memahami susunan artikel yang sesuai standar akademik agar isi penelitian lebih mudah dipahami.
Memahami Format IMRAD
Sebagian besar jurnal menggunakan format IMRAD, yaitu:
- Introduction, menjelaskan latar belakang masalah, tujuan penelitian, dan urgensi topik yang dibahas.
- Methods, memaparkan metode penelitian, teknik pengumpulan data, serta proses analisis yang digunakan.
- Results, menampilkan hasil penelitian secara objektif berdasarkan data yang diperoleh.
- Discussion, membahas makna hasil penelitian dan membandingkannya dengan penelitian sebelumnya.
Format ini membantu penulis menyampaikan penelitian secara runtut dan terstruktur. Selain itu, reviewer juga lebih mudah mengevaluasi kualitas penelitian jika artikel mengikuti format yang jelas.
Pada bagian introduction, penulis perlu menjelaskan latar belakang masalah dan tujuan penelitian. Kemudian, bagian methods harus menjelaskan metode penelitian secara detail agar penelitian dapat dipahami dan diuji kembali.
Cara Menyusun Pendahuluan yang Efektif
Pendahuluan sebaiknya tidak terlalu panjang. Namun, bagian ini harus mampu menjelaskan masalah utama penelitian secara jelas. Selain itu, gunakan data dan referensi terpercaya untuk memperkuat argumentasi. Anda dapat menggunakan referensi dari SINTA atau jurnal internasional bereputasi agar artikel terlihat lebih kredibel.
Menulis Pembahasan yang Disukai Reviewer
Reviewer biasanya lebih fokus pada bagian pembahasan. Oleh karena itu, jangan hanya menampilkan data penelitian tanpa penjelasan yang mendalam. Selanjutnya, jelaskan hubungan hasil penelitian dengan penelitian sebelumnya. Dengan demikian, artikel akan terlihat memiliki kontribusi ilmiah yang jelas dan relevan.
Baca Juga: Cara Memilih Jurnal Ilmiah yang Tepat agar Cepat Publish
Apa yang Dicari Reviewer dalam Artikel?
Reviewer tidak hanya mencari penelitian yang menarik, tetapi juga artikel yang mudah dipahami dan memiliki kualitas akademik yang baik.
Kejelasan Data dan Metodologi
Data penelitian harus ditampilkan secara jelas dan konsisten. Selain itu, metode penelitian perlu dijelaskan secara rinci agar hasil penelitian dianggap valid. Jika metode yang digunakan kurang jelas, reviewer biasanya akan meminta revisi bahkan menolak artikel tersebut.
Konsistensi Referensi dan Sitasi
Kesalahan sitasi masih sering terjadi dalam penulisan jurnal ilmiah. Karena itu, gunakan format referensi yang sesuai dengan template jurnal tujuan. Kemudian, pastikan semua sumber referensi berasal dari jurnal terpercaya dan relevan dengan topik penelitian.
Kebaruan dan Kontribusi Penelitian
Reviewer menyukai artikel yang memiliki unsur kebaruan. Dengan demikian, penulis perlu menunjukkan apa yang membedakan penelitiannya dari penelitian sebelumnya. Kebaruan tidak harus selalu menemukan teori baru. Namun, penelitian harus memiliki kontribusi yang jelas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Kesalahan Umum yang Bikin Artikel Ditolak
Banyak artikel ditolak bukan karena topiknya buruk, melainkan karena kesalahan teknis yang sebenarnya bisa dihindari.
Plagiarisme dan Similarity Tinggi
Similarity tinggi menjadi salah satu penyebab utama artikel ditolak. Oleh sebab itu, lakukan pengecekan plagiarisme sebelum submit artikel ke jurnal tujuan. Selain itu, hindari copy-paste dari sumber lain tanpa parafrase yang baik.
Struktur Artikel Tidak Rapi
Artikel yang terlalu panjang dan tidak fokus sering membuat reviewer kesulitan memahami isi penelitian. Karena itu, gunakan paragraf yang lebih singkat dan langsung pada inti pembahasan. Penggunaan kata transisi seperti oleh karena itu, kemudian, selanjutnya, dan dengan demikian juga membantu artikel terasa lebih natural dan nyaman dibaca.
Tidak Mengikuti Template Jurnal
Setiap jurnal memiliki template penulisan yang berbeda. Namun, banyak penulis mengabaikan aturan tersebut sehingga artikel langsung ditolak pada tahap awal. Oleh karena itu, selalu baca author guidelines sebelum submit jurnal ilmiah.
Baca Juga: 7 Kesalahan Menulis Judul Artikel Ilmiah yang Bikin Ditolak
Penutup
Memahami cara menyusun jurnal ilmiah yang disukai reviewer dapat membantu meningkatkan peluang artikel diterima di jurnal terindeks. Oleh karena itu, penulis perlu memperhatikan struktur penulisan, penggunaan referensi yang relevan, serta pembahasan yang jelas dan terarah.
Selain itu, penggunaan format IMRAD juga membantu artikel terlihat lebih sistematis dan profesional. Dengan demikian, reviewer akan lebih mudah memahami tujuan, metode, hingga hasil penelitian yang disampaikan.
Kemudian, hindari kesalahan umum seperti similarity tinggi, struktur yang tidak rapi, dan ketidaksesuaian dengan template jurnal. Hal tersebut sering menjadi alasan utama artikel ditolak saat proses review. Jika Anda ingin proses publikasi jurnal lebih praktis dan terarah, IDSCIPUB siap membantu mulai dari pengecekan artikel hingga pendampingan publikasi jurnal terindeks.
Terbitkan dengan tenang di IDSCIPUB dan fokus pada kualitas penelitian Anda.

