Jl. RP. Soeroso No. 25 9, Jakarta Pusat journal@idscipub.com
kesalahan submit jurnal yang sering dilakukan pemula
Artikel

7 Kesalahan Submit Jurnal yang Sering Dilakukan Pemula

Proses submit jurnal ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak naskah berkualitas justru ditolak bukan karena isi penelitiannya lemah, melainkan karena kesalahan teknis yang sebenarnya mudah dihindari. Oleh karena itu, memahami jebakan-jebakan umum ini menjadi langkah penting sebelum kamu menekan tombol submit.

Artikel ini membahas tujuh kesalahan yang paling sering muncul saat submit jurnal, lengkap dengan solusi praktisnya. Selanjutnya, kamu juga akan menemukan cara kerja platform IDSCIPUB yang hadir untuk menyederhanakan proses ini.


Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Submit Jurnal

1. Tidak Membaca Pedoman Penulis (Author Guidelines)

Setiap jurnal memiliki aturan berbeda mulai dari format referensi, batas jumlah kata, hingga struktur naskah. Namun, banyak pemula langsung submit jurnal tanpa menyentuh halaman Author Guidelines sama sekali. Akibatnya, naskah langsung ditolak pada tahap desk review sebelum sempat dibaca reviewer.

2. Memilih Jurnal yang Tidak Sesuai Scope

Salah satu kesalahan submit jurnal yang paling menghabiskan waktu adalah mengirim naskah ke jurnal yang tidak relevan. Misalnya, mengirim riset pendidikan ke jurnal kesehatan masyarakat editor akan langsung menolaknya tanpa proses review.

Selain itu, pastikan jurnal yang dipilih sudah terindeks dengan baik, seperti Scopus, SINTA, atau DOAJ agar nilai publikasinya diakui secara akademik.

3. Struktur Naskah Tidak Standar

Naskah ilmiah memiliki format baku: Abstrak, Pendahuluan, Metode, Hasil, Diskusi, dan Kesimpulan (IMRaD). Banyak pemula menulis artikel seperti makalah kuliah biasa tanpa struktur yang jelas. Kemudian, reviewer pun kesulitan menilai kontribusi ilmiah dari naskah tersebut

4. Abstrak yang Tidak Informatif

Abstrak adalah wajah pertama naskahmu. Editor membacanya dalam 30 detik untuk memutuskan apakah naskah layak dilanjutkan. Abstrak yang hanya berisi latar belakang tanpa menyebut metode, hasil, dan kontribusi akan langsung dianggap lemah.

Oleh karena itu, pastikan abstrak mencakup empat elemen kunci: tujuan penelitian, metode yang digunakan, temuan utama, dan implikasi praktis.

5. Referensi Terlalu Lengkap atau Tidak Konsisten

Sitasi yang berantakan ada referensi di dalam teks tapi tidak muncul di daftar pustaka, atau sebaliknya adalah tanda ketidaktelitian yang langsung diperhatikan reviewer.

Selain itu, inkonsistensi gaya sitasi seperti mencampur APA dan Vancouver juga menjadi alasan penolakan yang umum saat cara submit jurnal tidak diperhatikan dengan seksama. Gunakan reference manager seperti Mendeley untuk menjaga format sitasi tetap rapi dan seragam.

6. Tidak Memeriksa Plagiarisme Sebelum Submit

Sebagian besar jurnal bereputasi menggunakan perangkat lunak deteksi plagiarisme. Naskah dengan similarity index di atas 20% biasanya langsung ditolak tanpa ulasan lebih lanjut. Namun, banyak pemula baru mengecek plagiarisme setelah naskah ditolak.

7. Submit ke Banyak Jurnal Sekaligus (Duplicate Submission)

Mengirim satu naskah ke beberapa jurnal secara bersamaan melanggar etika publikasi ilmiah. Jika terdeteksi dan ini sering terjadi karena komunitas akademik saling terhubung nama penulisnya bisa masuk daftar hitam jurnal-jurnal tersebut. Dengan demikian, kesabaran dan strategi pemilihan jurnal yang tepat jauh lebih penting daripada mengejar kuantitas submission.

Baca Juga: Penolakan Artikel Jurnal: Kenali Tanda dan Penyebabnya


Hindari Kesalahan Ini dengan Pendampingan yang Tepat

Menghindari tujuh kesalahan di atas memang butuh ketelitian dan pengalaman. Tidak semua orang punya waktu untuk mempelajari semuanya dari nol, dan di sinilah IDSCIPUB hadir sebagai solusi.

IDSCIPUB adalah platform publikasi ilmiah Indonesia yang telah membantu ratusan peneliti, akademisi, dan penulis menerbitkan karya di jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Tim editorial IDSCIPUB memandu proses dari pemilihan jurnal yang tepat hingga naskah siap submit.

IDSCIPUB juga membahas tanda dan penyebab penolakan artikel jurnal secara lebih mendalam, sehingga kedua artikel ini bisa menjadi panduan lengkap sebelum memulai proses publikasi.


Kesimpulan

Tujuh kesalahan di atas sebenarnya mudah dihindari jika kamu mempersiapkan diri dengan baik sebelum proses submit jurnal dimulai. Oleh karena itu, jadikan checklist sederhana ini sebagai rutinitas wajib setiap kali akan mengirim naskah.

Terbitkan dengan tenang di IDSCIPUB, konsultasikan kebutuhan publikasi Anda bersama tim profesional kami.