Jl. RP. Soeroso No. 25, Jakarta Pusat journal@idscipub.com
Jurnal Sinta 2 di Aturan Baru
Artikel

Apa itu Jurnal SINTA 2? Pengertian dan Aturan Terbaru 2026

Saat sedang mencari-cari tempat publikasi, istilah “jurnal Sinta 2” mungkin sering muncul dan bikin penasaran, apa sih bedanya dengan Sinta 1 atau Sinta 3? Pertanyaan ini wajar muncul, apalagi bagi yang baru pertama kali berurusan dengan proses akreditasi jurnal di Indonesia.

Nah, di artikel ini akan dibahas tuntas soal pengertian jurnal Sinta 2, kriteria yang jadi acuan penilaiannya, hingga tips memilih jurnal yang tepat untuk naskah penelitian.


Apa itu Jurnal Sinta 2?

Sinta atau Science and Technology Index merupakan portal pengindeks jurnal ilmiah yang Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kelola. Portal ini memuat status akreditasi jurnal-jurnal ilmiah di Indonesia, termasuk jurnal yang berada di peringkat “Sinta 2”.

Perlu diketahui, pemerintah baru saja memperbarui dasar hukum akreditasi jurnal ilmiah. Sebelumnya, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 9 Tahun 2018 mengatur akreditasi ini dan membagi jurnal ke dalam enam peringkat (Sinta 1 hingga Sinta 6).

Kini, Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah mencabut dan menggantikan aturan tersebut sejak 29 Juni 2026. Dalam aturan baru ini, pemerintah memberikan status terakreditasi suatu jurnal dalam bentuk peringkat 1 sampai dengan peringkat 4, sesuai hasil penilaian terhadap pemenuhan standar mutu jurnal.

Istilah “Sinta 2” yang selama ini populer di kalangan akademisi merujuk pada sistem peringkat lama untuk jurnal yang sudah terakreditasi Sinta 2 sebelum aturan baru berlaku, statusnya tetap berlaku sampai masa akreditasinya berakhir, sesuai ketentuan peralihan dalam Pasal 16 Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026.

Tak heran, status akreditasi yang tinggi ini membuat jurnal Sinta 2 kerap diburu sebagai wadah publikasi, mengingat banyak pihak yang membutuhkannya untuk kepentingan kenaikan jabatan fungsional, penyelesaian studi, hingga laporan capaian riset.

Baca Juga: Jurnal SINTA Dipangkas Jadi 4, Bagaimana Nasib Jurnal Lama?


Daftar Kriteria Penilaian Jurnal Terakreditasi

Berdasarkan Pasal 5 Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026, penilaian akreditasi jurnal ilmiah mengacu pada dua standar utama, yaitu standar tata kelola jurnal ilmiah dan standar mutu artikel ilmiah. Berikut rincian masing-masing standar tersebut.

A. Standar Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Sesuai Pasal 6 ayat (2), standar ini bertujuan menjamin mutu, keberlanjutan, keteraturan penerbitan, dan akuntabilitas pengelolaan jurnal. Standar ini paling sedikit meliputi:

  • Identitas Jurnal Ilmiah — kejelasan nama, ISSN elektronik, dan identitas resmi jurnal.
  • Pelibatan dewan penyunting dan mitra bestari — keberadaan editor dan reviewer yang berkualifikasi sesuai bidang ilmu.
  • Keberagaman penulis — jurnal menerbitkan naskah dari penulis dengan latar belakang institusi yang beragam, tidak didominasi satu instansi saja.
  • Pengelolaan artikel Jurnal Ilmiah — proses penerimaan, penelaahan, hingga penerbitan naskah yang tertata dan terdokumentasi.
  • Kelengkapan informasi laman Jurnal Ilmiah — laman jurnal memuat informasi yang lengkap dan mudah diakses pembaca.
  • Keberkalaan penerbitan Jurnal Ilmiah — konsistensi jadwal terbit sesuai periode yang ditetapkan.
  • Penyebarluasan Jurnal Ilmiah — sejauh mana jurnal terindeks dan tersebar di berbagai basis data ilmiah.

B. Standar Mutu Artikel Ilmiah

Sesuai Pasal 7 ayat (2), standar ini menilai substansi dan gaya selingkung artikel yang jurnal terbitkan, meliputi:

  • Judul, abstrak, dan kata kunci yang jelas dan representatif.
  • Kontribusi kebaruan, analisis dan sintesis, serta penyimpulan dari hasil penelitian.
  • Nisbah sumber acuan primer dan derajat kemutakhiran pustaka acuan yang penulis pakai.
  • Cakupan keilmuan yang sesuai dengan ruang lingkup jurnal.
  • Kelengkapan artikel, nama penulis, dan afiliasi penulis.
  • Sistematika penulisan artikel yang runtut dan sesuai kaidah ilmiah.
  • Konsistensi dan kebakuan sistem pengacuan pustaka (sitasi).
  • Penggunaan istilah dan kualitas kebahasaan yang baik dan baku.
  • Format tata letak artikel yang rapi dan konsisten.

Direktur Jenderal, bersama tim yang dibentuk khusus untuk keperluan akreditasi, menilai kedua standar di atas sebagaimana Pasal 12 mengatur. Selain itu, pemerintah juga memantau peringkat akreditasi secara berkala; jika mutu jurnal menurun, Direktur Jenderal berwenang menurunkan peringkat, membekukan sementara, atau bahkan mencabut status akreditasi sesuai Pasal 15.

Baca Juga: Cara Cek Akreditasi Jurnal SINTA Secara Online


Mengapa Jurnal Terakreditasi Sinta Banyak Diminati?

Bagi kalangan akademisi, publikasi di jurnal terakreditasi memberikan nilai kredit yang cukup tinggi dalam penilaian angka kredit dosen maupun syarat kelulusan jenjang magister dan doktor. Karena itu, persaingan untuk menembus jurnal pada peringkat tinggi pun cenderung lebih ketat dibandingkan jurnal dengan peringkat lebih rendah.

Meski begitu, tantangan terbesar biasanya bukan hanya soal kualitas naskah, melainkan juga pemilihan jurnal yang sesuai dengan bidang ilmu, gaya selingkung, serta waktu tunggu publikasi. Di sinilah pendampingan dari pihak yang berpengalaman menjadi sangat membantu.

IDSCIPUB hadir sebagai layanan yang membantu proses publikasi ilmiah, mulai dari pendampingan penulisan artikel, penyesuaian format sesuai gaya selingkung jurnal tujuan, hingga pemilihan jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Layanan semacam ini cukup membantu, terutama bagi penulis yang baru pertama kali mencoba menembus jurnal nasional terakreditasi.


Tips Memilih Jurnal Sinta 2 yang Tepat

Sebelum mengirimkan naskah, ada beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan agar proses submit berjalan lebih lancar:

  1. Baca beberapa contoh artikel yang sudah terbit di jurnal tersebut untuk melihat gaya penulisan dan topik yang biasa mereka terima.
  2. Cek status terindeks jurnal di basis data lain seperti Google Scholar atau DOAJ, sebagai pembanding di luar status akreditasi Sinta.
  3. Baca author guidelines dengan teliti, mulai dari format penulisan, gaya sitasi, hingga batas jumlah kata.
  4. Perhatikan tingkat penerimaan (acceptance rate) jurnal sebagai gambaran seberapa ketat persaingannya.
  5. Cari tahu reputasi jurnal di kalangan sejawat, misalnya lewat forum akademik atau rekomendasi kolega.
  6. Waspadai ciri jurnal predator, seperti proses review yang terlalu cepat atau komunikasi editorial yang asal-asalan.

Pertanyaan Seputar Jurnal Sinta 2

Apakah sistem Sinta 1-6 masih berlaku?

Pemerintah mengundangkan Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 dan menggunakan skema peringkat 1 sampai 4 sejak saat itu. Jurnal yang sudah terlanjur menyandang status Sinta 1-6 dari aturan lama tetap berlaku sampai masa akreditasinya berakhir. Ketentuan peralihan dalam aturan ini mengatur hal tersebut.

Berapa lama masa berlaku akreditasi jurnal?

Berdasarkan Pasal 10, peringkat akreditasi jurnal ilmiah berlaku selama 5 (lima) tahun. Penerbit jurnal dapat mengajukan akreditasi ulang paling lambat 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir.

Apakah jurnal Sinta 2 setara dengan jurnal internasional bereputasi?

Tidak sepenuhnya. Jurnal Sinta 2 merupakan akreditasi nasional yang pemerintah Indonesia atur. Sementara itu, jurnal internasional bereputasi biasanya mengacu pada indeksasi Scopus atau Web of Science, yang memiliki standar penilaian tersendiri di luar sistem Sinta.


Kesimpulan

Jurnal Sinta 2 merupakan salah satu peringkat akreditasi nasional yang dikenal luas di kalangan akademisi Indonesia, meski kini Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 telah memperbarui dasar hukumnya dan mengubah skema penilaian menjadi peringkat 1 sampai 4.

Baik dalam sistem lama maupun baru, pemerintah tetap menilai status akreditasi jurnal berdasarkan dua standar utama: tata kelola jurnal ilmiah dan mutu artikel yang jurnal terbitkan.

Persaingan menembus jurnal terakreditasi cenderung ketat. Karena itu, penulis perlu mempersiapkan naskah dengan matang dan memahami betul standar yang berlaku, baik dari sisi pengelolaan jurnal maupun substansi artikelnya. Dengan persiapan yang tepat, peluang naskah untuk diterima dan memberikan dampak akademik yang lebih luas pun akan semakin terbuka.

Kesulitan menentukan jurnal yang sesuai atau membutuhkan pendampingan dalam proses publikasi? IDSCIPUB siap membantu.