Jl. RP. Soeroso No. 25 9, Jakarta Pusat journal@idscipub.com
Cara submit jurnal internasional untuk pemula
Artikel

Cara Submit Jurnal Internasional untuk Pemula Agar DIterima

Mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional bukan sekadar syarat akademik, tapi ini cara paling efektif untuk memperkenalkan penelitianmu ke komunitas ilmuwan dunia. Selain itu, rekam jejak publikasi yang kuat membuka banyak peluang untuk beasiswa, kolaborasi riset lintas negara, hingga kenaikan jabatan fungsional.

Namun, banyak peneliti pemula merasa proses submit jurnal internasional terasa rumit dan membingungkan. Oleh karena itu, panduan ini hadir untuk memandu kamu dari langkah pertama hingga naskah benar-benar diterima.

Berikut adalah tujuh langkah yang perlu kamu ikuti secara berurutan. Setiap langkah saling berkaitan, jadi pastikan tidak ada yang terlewatkan.


1. Pilih Jurnal yang Benar-Benar Sesuai

Memilih jurnal internasional bereputasi yang sesuai dengan bidang penelitian adalah langkah paling krusial. Kesalahan di tahap ini bisa membuat naskah langsung ditolak tanpa melalui proses review sama sekali.

  • Cek apakah jurnal terindeks di Scopus atau Web of Science, dua database paling diakui secara global
  • Perhatikan scope jurnal. Jangan submit ke jurnal fisika jika penelitianmu tentang pendidikan matematika
  • Periksa Impact Factor (IF) atau CiteScore untuk mengukur kualitas jurnal di bidangnya
  • Hindari jurnal predatory. Gunakan whitelist DOAJ atau daftar resmi Kemendikbud sebagai acuan

2. Baca dan Ikuti Author Guidelines

Setelah jurnal ditentukan, langkah berikutnya adalah membaca author guidelines. Editor akan menolak naskah yang tidak mengikuti aturan dasar, bahkan sebelum proses review dimulai.

  • Format sitasi yang digunakan jurnal, bisa APA, Vancouver, Chicago, atau format sesuai dengan ketentuan jurnal tersebut
  • Batasan jumlah kata atau halaman untuk manuskrip, abstrak, dan kata kunci perlu dicermati sejak draf pertama
  • Template dokumen resmi jurnal tersedia untuk diunduh dan sebaiknya digunakan sejak awal, bukan dirapikan di tahap akhir
  • Persyaratan figure, tabel, dan lampiran, termasuk resolusi gambar minimum harus dipenuhi agar file tidak ditolak sistem

3. Susun Manuskrip dengan Struktur IMRaD

Dengan guidelines di tangan, kini saatnya menulis. Sebagian besar jurnal internasional menggunakan struktur IMRaD yang memudahkan reviewer memahami kontribusi penelitianmu secara sistematis.

  • Introduction: Latar belakang, gap penelitian, tujuan, dan kontribusi
  • Methods: Desain riset, instrumen, prosedur, dan analisis data
  • Results: Temuan utama secara objektif: tabel, grafik, atau deskripsi
  • Discussion: Interpretasi hasil, perbandingan studi terdahulu, keterbatasan
  • Conclusion: Ringkasan temuan dan implikasi praktis atau teoritis

Selain itu, tulis abstrak yang benar-benar informatif. Abstrak yang baik menjawab empat hal: masalahnya apa, bagaimana cara menjawabnya, apa hasilnya, dan apa kontribusinya bagi ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Cara Cepat Publish Jurnal Tanpa Revisi Berulang


4. Tulis Cover Letter yang Meyakinkan

Manuskrip selesai, tapi jangan langsung submit. Editor menggunakan cover letter sebagai penilaian awal kelayakan naskah. Oleh karena itu, bagian ini tidak boleh dilewatkan.

  • Cantumkan judul naskah dan pernyataan bahwa manuskrip belum pernah dipublikasikan sebelumnya
  • Jelaskan kontribusi unik penelitianmu, apa yang membedakannya dari studi sebelumnya
  • Tunjukkan kesesuaian naskah dengan scope jurnal tujuan secara spesifik
  • Sertakan pernyataan tidak ada konflik kepentingan dari seluruh penulis

5. Lakukan Proses Submission dengan Benar

Setelah semua dokumen siap, proses submit jurnal internasional dilakukan melalui portal online resmi. Ikuti alur berikut agar tidak ada langkah yang terlewat.

Selanjutnya, kamu akan menerima email konfirmasi. Proses review biasanya memakan waktu 4–12 minggu tergantung kebijakan jurnal. Gunakan waktu ini untuk menyiapkan naskah berikutnya.


6. Respons Reviewer dengan Profesional

Jika naskah masuk tahap review, ada tiga kemungkinan keputusan yang akan diterima. Masing-masing membutuhkan respons yang berbeda, tapi semuanya bisa dihadapi dengan tenang.

  • Major revision — Tanggapi setiap komentar reviewer secara rinci dan profesional
  • Minor revision — Proses lebih cepat dan peluang diterima sangat besar
  • Reject — Pelajari feedback, revisi, lalu submit ke jurnal lain

Baca Juga: Artikel Ditolak Jurnal? Cara Revisi dan Resubmit Agar Diterima


Kesimpulan

Publikasi di jurnal internasional merupakan proses yang membutuhkan strategi, ketelitian, dan pemahaman yang baik di setiap tahapannya. Mulai dari memilih jurnal yang sesuai, mengikuti author guidelines, hingga menyusun manuskrip yang sistematis, semuanya berperan penting dalam meningkatkan peluang naskah diterima.

Selain itu, kemampuan dalam merespons reviewer secara profesional juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Dengan pendekatan yang tepat dan konsistensi dalam memperbaiki kualitas tulisan, peluang untuk tembus jurnal bereputasi akan semakin terbuka lebar.

Ingin proses publikasi jurnal internasional jadi lebih mudah dan terarah? Kunjungi IDSCIPUB dan dapatkan pendampingan profesional.

Tinggalkan Balasan