Jl. RP. Soeroso No. 25 9, Jakarta Pusat journal@idscipub.com
AK prestasi vs AK konversi dosen
Artikel

AK Prestasi vs AK Konversi Dosen: Apa Bedanya?

Kenaikan jabatan akademik kini menuntut pemahaman baru soal cara mengumpulkan poin. Banyak orang mengira semua kinerja masih dihitung dengan satu formula lama.

Padahal, aturan terbaru sudah memisahkan dua jenis angka kredit secara tegas. Oleh karena itu, memahami perbedaan AK Prestasi vs AK Konversi menjadi langkah awal yang penting sebelum menyusun strategi karier akademik.


Apa Itu AK Konversi?

AK Konversi adalah angka kredit yang diperoleh dari hasil konversi penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Penilaian ini dilakukan oleh atasan langsung secara rutin, kemudian predikat kinerjanya dikonversi menjadi poin. Ketentuan AK Konversi mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2023 melalui PermenPANRB No. 1 Tahun 2023.

Sumber AK Konversi berasal dari tugas rutin dosen, yaitu:

  • Tugas pendidikan dan pengajaran
  • Pengabdian kepada masyarakat
  • Tugas penunjang

Dengan demikian, AK Konversi bisa dipahami sebagai cerminan konsistensi tugas harian dosen. Selain itu, satu hal penting perlu dicatat bahwa kegiatan penelitian tidak lagi masuk ke dalam AK Konversi.


Apa Itu AK Prestasi?

Nah, di sinilah letak perubahan besarnya. AK Prestasi adalah angka kredit yang khusus berasal dari kinerja penelitian. Regulasi terbaru, yaitu Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 beserta juknis Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, memisahkan penelitian menjadi jalur tersendiri yang mulai dinilai pada 2026.

Sumber poin AK Prestasi antara lain:

  • Publikasi karya ilmiah di jurnal nasional maupun internasional
  • Penerbitan buku ilmiah seperti monograf dan referensi
  • Paten dan karya teknologi
  • Luaran riset lainnya yang diakui

Kinerja penelitian kemudian dilaporkan terpisah dari SKP dan dinilai oleh tim penilai yang berbeda. Selanjutnya, poin AK Prestasi diakumulasikan bersama AK Konversi menjadi AK Kumulatif. Karena itu, dosen yang aktif berkarya berpeluang mengumpulkan poin jauh lebih cepat.


Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pertanyaan ini sering muncul, tapi jawabannya tidak hitam-putih. Kedua jenis angka kredit sebenarnya saling melengkapi, bukan saling menggantikan. AK Konversi menjaga pemenuhan tugas rutin, sedangkan AK Prestasi membuka pintu percepatan karier.

Meski begitu, AK Prestasi menawarkan keuntungan lebih besar bagi yang ingin naik jabatan lebih cepat, karena:

  • Poin penelitian dinaikkan signifikan, misalnya buku monograf yang kini dihargai hingga 40 poin
  • Setiap jenjang jabatan menetapkan proporsi minimum AK penelitian yang wajib dipenuhi
  • Kontribusi ilmiah menjadi faktor penentu menuju Lektor Kepala dan Guru Besar

Namun, perlu diingat bahwa AK Prestasi memiliki batas maksimum per tahun. Seorang Lektor, misalnya, hanya dapat mengklaim maksimum 55 poin AK Prestasi per tahun bila AK Konversinya 100%. Oleh karena itu, strategi publikasi perlu direncanakan dengan matang agar hasilnya efisien.

Baca Juga: Publikasi Tesis Disertasi Angka Kredit Bukan Syarat Khusus


IDSCIPUB Siap Menunjang Perolehan AK Prestasi Anda

Mengingat AK Prestasi kini menjadi kunci percepatan karier, kualitas publikasi tidak bisa disepelekan. Di sinilah IDSCIPUB hadir sebagai mitra tepercaya. Sebagai penyedia layanan publikasi ilmiah, idscipub membantu naskah menembus jurnal bereputasi melalui pendampingan dari tahap penulisan hingga terbit.

Beberapa dukungan yang bisa diperoleh bersama idscipub, yaitu:

  • Pendampingan penulisan artikel ilmiah agar layak terbit
  • Publikasi di jurnal terindeks dan bereputasi
  • Optimasi luaran penelitian agar poin AK Prestasi terkumpul maksimal

Dengan demikian, kontribusi ilmiah Anda lebih mudah dikonversi menjadi angka kredit yang bernilai tinggi.


Kesimpulan

AK Konversi dan AK Prestasi memiliki fungsi berbeda namun sama-sama penting dalam kenaikan jabatan akademik dosen. AK Konversi lahir dari SKP dan mencerminkan kinerja rutin, sedangkan AK Prestasi berasal dari penelitian yang dinilai secara terpisah. Regulasi terbaru sengaja memisahkan keduanya agar produktivitas ilmiah lebih dihargai.

Dari sisi keuntungan, memahami perbedaan AK Prestasi vs AK Konversi membantu dosen menyusun strategi yang tepat. AK Prestasi memang lebih menjanjikan untuk percepatan karier karena poinnya besar dan proporsinya wajib dipenuhi di setiap jenjang. Meski demikian, keseimbangan antara kinerja rutin dan penelitian yang produktif tetap menjadi kunci menuju AK Kumulatif yang ideal.

Jika Anda ingin memaksimalkan perolehan AK Prestasi melalui publikasi ilmiah berkualitas, IDSCIPUB siap membantu.

Ikuti media sosial kami untuk tips dan update informasi terbaru.

YouTube: IDSCIPUB
Instagram: @idscipub
TikTok: @idscipub