Memilih jurnal yang tepat bukan sekadar soal gengsi. Keputusan ini menentukan apakah hasil riset benar-benar sampai ke pembaca yang relevan, atau justru tenggelam tanpa dampak.
Sayangnya, banyak penulis yang langsung submit jurnal tanpa mempertimbangkan kesesuaian topik, reputasi penerbit, maupun peluang lolos review. Oleh karena itu, memahami cara memilih jurnal yang bereputasi menjadi keterampilan yang wajib dikuasai sebelum proses publikasi artikel ilmiah dimulai.
Kenapa Banyak Naskah Ditolak Sebelum Diulas Reviewer?
Bukan karena naskahnya buruk, tetapi karena topik yang ditulis tidak sesuai dengan scope jurnal yang dituju atau jurnal yang dipilih tidak memiliki standar editorial yang jelas.
Akibatnya, naskah langsung dikembalikan oleh editor tanpa sempat masuk ke proses review sama sekali. Selain itu, ada pula kasus di mana penulis tanpa sadar mengirimkan naskah ke jurnal predator yang tidak memberikan manfaat apa pun bagi rekam jejak akademik.
Berikut 7 cara yang bisa diterapkan agar proses pemilihan jurnal lebih terarah dan tepat sasaran.
1. Periksa Scope Jurnal Sebelum Apa Pun
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah mengecek scope jurnal atau cakupan topik yang diterima. Setiap jurnal memiliki fokus keilmuan tertentu, dan naskah yang tidak sesuai scope hampir pasti ditolak di tahap screening awal bahkan sebelum masuk ke meja reviewer. Selain itu, ketidaksesuaian scope juga membuang waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk revisi atau penyempurnaan naskah.
2. Cek Status Indeksasi Jurnal
Jurnal yang terindeks di database bergengsi seperti Scopus, Web of Science, DOAJ, atau SINTA memiliki nilai akademik yang lebih tinggi. Indeksasi mencerminkan bahwa jurnal tersebut telah melalui proses seleksi ketat dari sisi kualitas editorial dan konsistensi penerbitan. Kemudian, pastikan status indeksasi masih aktif bukan sekadar pernah terindeks karena beberapa jurnal bisa dikeluarkan dari daftar jika standar editorialnya menurun.
3. Kenali Reputasi Penerbit
Jurnal bereputasi biasanya diterbitkan oleh institusi akademik terpercaya, asosiasi profesi, atau penerbit internasional yang sudah dikenal luas seperti Elsevier, Springer, atau Taylor & Francis. Di tingkat nasional, keterlibatan perguruan tinggi atau lembaga penelitian dalam pengelolaan jurnal juga menjadi indikator positif. Namun, hati-hati dengan jurnal predator yang terlihat profesional di permukaan tetapi tidak memiliki proses review yang transparan.
Baca Juga: Apa Itu Jurnal Terakreditasi? Ini Penjelasan dan Cara Publish
4. Perhatikan Proses Peer Review
Proses peer review yang ketat menjadi salah satu tanda jurnal ilmiah yang serius. Jurnal yang menerapkan double-blind review umumnya lebih dipercaya karena prosesnya lebih objektif. Selanjutnya, cek informasi dewan redaksi (editorial board) apakah nama-nama yang tercantum benar-benar akademisi aktif dari institusi yang bisa diverifikasi. Jika dewan redaksinya tidak jelas, itu sinyal peringatan yang perlu diwaspadai.
5. Pahami Biaya Publikasi (APC) Secara Transparan
Banyak jurnal menerapkan Article Processing Charge (APC) atau biaya publikasi. Hal ini wajar, terutama untuk jurnal open access. Yang perlu diperhatikan adalah transparansi biaya tersebut — jurnal bereputasi selalu mencantumkan informasi APC secara jelas di website resmi mereka. Karena itu, waspadai jurnal yang meminta biaya tiba-tiba setelah naskah diterima tanpa pemberitahuan sebelumnya.
6. Cek Frekuensi dan Konsistensi Penerbitan
Jurnal yang diterbitkan secara konsisten misalnya dua kali setahun atau setiap kuartal menunjukkan manajemen editorial yang sehat. Sebelum submit jurnal, periksa arsip terbitan sebelumnya untuk memastikan tidak ada jeda panjang yang mencurigakan. Dengan demikian, estimasi waktu terbit artikel juga bisa diprediksi dengan lebih baik, terutama jika ada kebutuhan untuk memenuhi tenggat kenaikan jabatan atau kelulusan studi.
7. Manfaatkan Platform Pendamping Publikasi seperti IDSCIPUB
Tidak semua penulis memiliki akses atau pengalaman yang cukup dalam navigasi dunia publikasi artikel ilmiah. Di sinilah platform seperti IDSCIPUB hadir sebagai solusi. IDSCIPUB adalah lembaga publikasi ilmiah Indonesia yang membantu penulis menempatkan artikel di jurnal yang sesuai scope jurnal dan telah terindeks di berbagai database bereputasi.
Kesimpulan
Proses publikasi artikel ilmiah tidak dimulai saat menekan tombol submit melainkan jauh sebelum itu, yakni ketika penulis memilih jurnal dengan cermat. Tujuh langkah di atas mencakup aspek yang sering diabaikan: dari kesesuaian scope jurnal, status indeksasi, transparansi biaya, hingga konsistensi penerbitan. Oleh karena itu, setiap keputusan dalam memilih jurnal bereputasi sebaiknya didasarkan pada data dan verifikasi, bukan sekadar rekomendasi informal.
Semakin tepat jurnal yang dipilih, semakin besar kemungkinan naskah diterima dan dibaca oleh audiens yang relevan. Dengan demikian, kontribusi ilmiah yang dihasilkan pun akan memberikan dampak nyata baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun karier akademik secara keseluruhan. Memilih jurnal memang butuh waktu, tetapi langkah ini justru yang paling menentukan keberhasilan sebuah artikel untuk terbit.
IDSCIPUB hadir khusus untuk membantu proses publikasi artikel ilmiah secara profesional mulai dari pencocokan jurnal yang sesuai scope hingga artikel resmi terbit.
Ikuti media sosial kami untuk tips dan update informasi terbaru.
