Jl. RP. Soeroso No. 25 9, Jakarta Pusat journal@idscipub.com
cara submit jurnal untuk pemula agar lolos screening editor
Artikel

Cara Submit Jurnal untuk Pemula agar Lolos Screening Editor

Proses submit jurnal ilmiah sering kali terasa membingungkan, apalagi bagi yang baru pertama kali mencoba. Banyak naskah yang langsung ditolak bahkan sebelum masuk ke tahap review. Oleh karena itu, memahami cara turunkan penolakan jurnal sejak awal adalah langkah yang sangat penting.


Apa Itu Screening Editor dan Mengapa Penting?

Screening editor adalah tahap awal seleksi naskah yang dilakukan oleh editor jurnal, sebelum artikel dikirim ke mitra bestari (peer reviewer). Pada tahap ini, editor menilai apakah naskah layak secara administratif, format, dan kesesuaian topik.

Jika artikel gagal di tahap ini, maka proses peer review tidak akan pernah terjadi. Dengan demikian, lolos screening editor adalah gerbang pertama yang harus dilalui setiap penulis.

Baca Juga: Hindari Ditolak, Ini Tips Memilih Jasa Publikasi Jurnal yang Tepat


5 Tips Ampuh Turunkan Penolakan di Tahap Screening

1. Baca dan Ikuti Author Guidelines dengan Cermat

Setiap jurnal memiliki panduan penulisan yang berbeda-beda. Selanjutnya, pastikan kamu membaca author guidelines secara menyeluruh sebelum mulai menulis atau menyusun naskah. Format referensi, panjang abstrak, hingga struktur artikel harus disesuaikan dengan ketentuan jurnal yang dituju.

2. Pastikan Topik Sesuai dengan Scope Jurnal

Salah satu alasan paling umum penolakan di tahap awal adalah ketidaksesuaian topik. Editor tidak akan memproses naskah yang berada di luar cakupan jurnal, meskipun kualitas tulisannya baik. Karena itu, pilih jurnal yang benar-benar relevan dengan bidang penelitianmu.

3. Turunkan Tingkat Plagiarisme Sebelum Submit

Plagiarisme menjadi salah satu faktor utama yang langsung membuat naskah ditolak. Sebelum submit, gunakan tools seperti Turnitin atau iThenticate untuk mengecek kemiripan teks. Sebagian besar jurnal internasional menetapkan batas toleransi plagiarisme di bawah 20%. Oleh karena itu, pastikan naskah benar-benar original dan setiap kutipan tercantum dengan benar.

4. Perhatikan Struktur dan Kelengkapan Naskah

Editor akan langsung menolak naskah yang tidak lengkap. Pastikan artikel memiliki judul yang jelas dan informatif, abstrak dengan kata kunci yang relevan, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan yang terstruktur, serta daftar pustaka yang lengkap dan konsisten. Namun, jangan hanya fokus pada kelengkapan struktur saja — kualitas isi setiap bagian juga turut dinilai.

5. Tulis Cover Letter yang Profesional

Banyak pemula melewatkan bagian ini. Padahal, cover letter adalah kesempatan pertama untuk meyakinkan editor bahwa naskah layak dipertimbangkan. Kemudian, sampaikan secara singkat kontribusi penelitian, kesesuaian dengan jurnal, dan pernyataan bahwa naskah belum dikirim ke jurnal lain secara bersamaan (single submission).


IDSCIPUB Hadir sebagai Solusi Pendampingan Publikasi Ilmiah

Bagi yang masih merasa kebingungan dalam proses publikasi ilmiah, IDSCIPUB hadir sebagai solusi nyata platform pendampingan yang dirancang khusus untuk peneliti, dosen, dan mahasiswa pascasarjana di Indonesia yang ingin tembus jurnal bereputasi, baik nasional maupun internasional.

Selain itu, platform ini bukan sekadar layanan biasa. Tim di baliknya terdiri dari para praktisi dan akademisi berpengalaman yang memahami betul seluk-beluk proses editorial jurnal ilmiah. Dengan demikian, setiap naskah yang masuk mendapatkan perhatian khusus dari sisi kualitas, format, hingga kesesuaian jurnal yang dituju.

Beberapa layanan unggulan yang tersedia di IDSCIPUB antara lain:

  • Konsultasi pemilihan jurnal — membantu menemukan jurnal yang paling sesuai dengan topik dan level penelitian
  • Pendampingan penulisan dan revisi naskah — memastikan artikel memenuhi standar akademik sebelum dikirim
  • Pengecekan plagiarisme dan format — turunkan risiko penolakan sejak tahap awal
  • Pendampingan proses submit — dari pengisian sistem OJS hingga penulisan cover letter yang profesional
  • Bantuan revisi pasca-review — mendampingi saat menjawab komentar reviewer (response to reviewer)

Namun yang membedakan IDSCIPUB dari layanan lainnya adalah pendekatannya yang personal dan terstruktur. Setiap klien mendapatkan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik naskah dan target jurnal mereka. Oleh karena itu, peluang lolos screening editor pun menjadi jauh lebih besar.


Kesimpulan

Proses submit jurnal ilmiah membutuhkan persiapan yang matang, bukan sekadar menulis dan mengirim. Dengan memahami alur screening editor, mengikuti author guidelines, dan memastikan kesesuaian topik, sudah selangkah lebih maju dibandingkan banyak penulis pemula lainnya. Selain itu, menjaga orisinalitas naskah dan melengkapi seluruh komponen artikel adalah cara paling efektif untuk turunkan angka penolakan di tahap awal.

Ingat, penolakan bukan berarti akhir dari segalanya. Namun, dengan persiapan yang tepat, peluang lolos screening editor bisa meningkat secara drastis. Setiap langkah kecil yang dilakukan mulai dari membaca scope jurnal hingga menulis cover letter yang profesional memberikan dampak besar pada hasil akhir proses review.

Jika ingin proses publikasi yang lebih terarah dan minim risiko penolakan, IDSCIPUB siap mendampingi perjalanan akademikmu.

Ikuti media sosial kami untuk tips dan update informasi terbaru.

YouTube: IDSCIPUB
Instagram: @idscipub
TikTok: @idscipub